Catatan Haji 2017 (bag.2) : Bekal dan Perlengkapan dari Embarkasi.

Di embarkasi, jamaah akan menginap semalam. Jamaah akan diidentifikasi kembali hasil pemeriksaan kesehatan, khusus wanita subur akan dilakukan cek urine untuk test kehamilan.

***

Di embarkasi jamaah akan dibagikan paspor beserta dokumen lainnya. Juga uang saku (living cost) sebesar 1500 Saudi Riyal. Juga ada pengembalian uang paspor sebesar Rp. 350.000,-.

Lalu sebagai pelengkap identitas jamaah akan mendapatkan gelang besi dan gelang kertas yang harus digunakan selama di tanah suci.

Yang juga penting jamaah akan dibagikan perlengkapan medis sbb :

  • Segepok masker
  • Botol semprot yg dapat digunakan untuk wadah minum sekaligus untuk menyemprot anggota badan mengingat suhu yang sangat panas.
  • Plester
  • Krim otot untuk pegal
  • Oralit

Advertisements
Posted in Soul, Travelling | Tagged , , , , | Leave a comment

Catatan Haji 2017 (bag.1) : Undangan Mendadak

Kurang lebih 20 hari kami mendapat kabar dari Kemenag, bahwa kami berangkat setelah sebelumnya mendapatkan status sebagai Jamaah Haji Cadangan 2017 yang diinfokan melalui surat pos yang tiba ke rumah.

Jamaah cadangan sendiri adalah jamaah cadangan yang berkesempatan berangkat seandainya ada jamaah yang sudah pasti berangkat, tetapi karena sesuatu hal tidak dapat berangkat.

Jadwal kami sebenarnya adalah 2018, namun karena mendapatkan status jamaah cadangan 2017, kami boleh ikut melakukan pelunasan sisa Ongkos Biaya Haji (ONH), namun harus tanda tangan surat pernyataan bahwa kami belum pasti berangkat.

###

20 hari mendapatkan kabar berangkat dari Kemenag, membuat saya pribadi kaget dan merasa tidak siap.

Namun saya menganggap ini adalah panggilan dari yang Sang Pemilik juga dari Nabi. Apakah saya dapat menjelaskan nanti kenapa saya tidak mengambil panggilan mendadak ini ?

Dengan kondisi kesiapan yang menurut kami singkat, kami tetap harus berangkat.

Ustadz kami juga sering mengingatkan, jika menunggu kesiapan, kapan memang bisa benar benar siap ? Bukannya kita memang penuh dosa dan lalai, penuh ujian, kemana lagi kita harus mengadu , jika bukan datang ‘menghadap’.

Ya memang ini adalah undangan/panggilan yang harus kita sambut.

Tips :

1. Cek perkiraan berangkat disini : https://haji.kemenag.go.id/v3/node/955358

2. Sempatkanlah untuk tetap datang ke Kantor Kemenag atau minimal telp, untuk memantau perkembangan.

Posted in Soul | Tagged , , | Leave a comment

Doa Memandang Ka’bah

Al-hamdulillahil ladzi ‘azh-zhomaki, wasyar-rofaki wa karromaki wa ja’alaki matsabatan linnasi wa amnan mubarokan wahudan lil alamin.

“Segala puji bagi Allah yang telah mengagungkan engkau, memuliakan engkau dan menjadikan engkau tempat bergabungnya bagi manusia dalam keadaan aman penuh keberkahan dan petunjuk bagi sekalian alam.”

(Man la yahdhuruhul faqih; 2:53)

Posted in Umum | Tagged | Leave a comment

Membeli Tiket Online, Nonton Persib di Stadion

Alasan utama yang membuat kami ingin mencoba menonton pertandingan sepakbola di Stadion, adalah karena kemudahan dalam mendapatkan tiket.

Jika dulu sudah antri belum tentu dapat tiket yang kadang menimbulkan kericuhan. Sekarang pembelian tiket dilakukan secara online, seperti disini : http://persib.co.id/fanzone/beli_tiket_persib.aspx

Pekan lalu, kami membeli tiket Persib vs PSM juga melalui link diatas, tinggal pilih mau duduk dimana dan lakukan pembayaran via ATM, Kartu Kredit, Alfamart dll.

Setelah sukses melakukan pembayaran, Anda akan memperoleh konfirmasi di email. Email konfirmasi ini dapat anda print untuk penukaran tiket berbentuk gelang, di tempat yang telah ditentukan.

***

Atsmofer jelang laga sudah dapat kami saksikan sepanjang perjalanan menuju stadion, bertemu iring-iringan bobotoh (pendukung) Persib, penjual merchandise pun dapat dengan mudah ditemui di trotoar. Yang menarik, dari awal perjalanan hingga di area stadion banyak penjual tiket, tapi entah itu asli atau tidak ….


Ada 2 gerbang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), yaitu Gerbang Merah dan Gerbang Biru.

Kami membeli tiket termurah 50.000 di Tribun Timur Bawah yang ternyata juga memiliki spot bagus untuk menonton. Tidak ada nomor kursi, semakin cepat Anda datang ke stadion semakin leluasa memilih kursi 🙂

***

Pengalaman nonton Persib di Stadion ini sangatlah menyenangkan, berbeda dengan menonton melalui televisi.

Di stadion, bergabung dengan bobotoh yang punya bermacam karakter, dari yang kalem hingga yang sangat semangat … 🙂

Benar-benar menjadi hiburan semua kalangan masyarakat. Ada nenek yang menonton bersama cucu-cucunya, ada Ibu yang menonton sambil berdiri menggendong bayinya.

Salut untuk panitia juga polisi yang membuat pertandingan dapat terlaksana.

Namun menurut kami ada yang harus segera diperbaiki, yaitu masalah aturan merokok. Banyak sekali penonton yang merokok, kami sendiri harus memakai masker. Kebetulan di depan, belakang, kanan, kiri kami terdapat penonton yang merokok. Tampak aneh , mengingat kita sedang menonton pertandingan olahraga sepakbola. Terlebih banyak balita, anak-anak bahkan bayi di dalam stadion.

Kalaupun merokok di dalam stadion diperbolehkan, saran kami disediakan tribun atau area khusus untuk yang merokok.

Semoga industri sepakbola kita semakin maju dan semakin dicintai masyarakat.


Tidak sengaja, esoknya di Bandara bertemu Coach PSM Robert Rene Alberts beserta tim yang akan pulang ke Makassar

Posted in Sports, Travelling | Tagged , , , , | Leave a comment

Cinta yang sebenarnya …

de waare lifde komt pas later in het huwelijk ( cinta yang sebenarnya baru datang dalam perkawinan) -Dokter Roestamadji-

Posted in Motivasi, Soul | Tagged , , | Leave a comment

Museum Dirgantara : Menyaksikan Kehandalan TNI AU dari Masa ke Masa

Belum masuk ke dalam gedung museum saja sudah kagum, karena baru di halaman luar gedung saja sudah tampak pesawat-pesawat yang dapat kita kunjungi, misalnya :


Koleksi museum terbaru, pesawat tempur F-5-E/F Tiger II yang purna tugas setelah mengudara selama 35 tahun. Artikel terkait >>>


Tupolev TU-16 B KS buatan Uni Soviet ini pernah memperkuat armada TNI AU dan digunakan untuk mempersiapkan diri dalam Operasi Trikora tahun 1962 untuk merebut kembali Irian Barat dari Belanda.

Di luar gedung, selain 2 pesawat diatas masih banyak armada udara yang dipajang seperti OV-10 Bronco, NAS 332 Super Puma, A-4 Skyhawk, UF 1 Albatro dll.

….

Setelah puas di luar, Anda bisa segera masuk ke dalam museum.  Di dalam museum, selain pesawat juga terdapat koleksi lain yang menarik seperti pakaian pilot dari masa ke masa, foto foto bersejarah, juga diorama, lalu perlengkapan pendukung seperti kamera, alat komunikasi, senjata, alutista dan lain lain.


Ponakan tampak asyik duduk di anti-aircraft gun


Masuk kedalam Cockpit Douglas DC-3. Di museum ini ada beberapa pesawat dan helikopter yang dapat dimasuki pengunjung.

Foto-foto lainnya bisa dilihat disini >>>

***

Menurut kami museum ini sangat bagus, bagi yang ke Yogyakarta sempatkanlah untuk berkunjung. Dengan harga tiket terjangkau, kita dapat melihat kehandalan TNI AU dari masa ke masa.

Untuk tiket masuk adalah Rp. 3000,- per orang, lalu plus Rp.1000,- per orang bagi yang membawa alat foto, dibayarkan di pintu masuk gedung museum.

Sedangkan untuk parkir kendaraan roda empat, kemarin kami dikenakan Rp.10.000,-.

Semoga bermanfaat, dan selamat terbang 🙂

Posted in Travelling | Tagged , , | Leave a comment

Under Sadet

Ranjau anti tank dibawah adalah salah satu jenis ranjau yang digunakan Jerman dalam Perang Dunia II. Untuk mendapatkan fungsi maksimal, ranjau ini harus ditanam di kedalaman 20 cm.

Saat pada akhirnya Jerman menyerah dalam  PD II , masih banyak sekali sisa ranjau yang telah ditanam oleh Jerman di wilayah yang dikuasainya, termasuk di Denmark.

Film Land of Mines atau Under Sadet produksi Denmark, mengisahkan 1 kelompok remaja tawanan perang Jerman yang harus menonaktifkan 45.000 ranjau di suatu titik pantai di Denmark, dibawah pengawasan Sersan Denmark, Sgt. Carl Rasmussen.

Sgt. Carl Rasmussen digambarkan sebagai sosok pemarah yang masih dendam terhadap Jerman, kepada para remaja Jerman penjinak ranjau ini pun ia tidak peduli jika mereka mati terkena ledakan ranjau atau kelaparan karena tidak ada makanan.

Pada akhirnya sikap Sgt. Carl Rasmussen yang keras ini berubah. Film yang menarik ditonton juga menegangkan menyaksikan proses menjinakkan bom dan usaha keras para remaja Jerman ini untuk dapat kembali pulang ke negaranya.

Image Source : buzzle.com dan imdb.com

Posted in Film | Tagged , , | Leave a comment