Catatan Sejuknya Tangkuban Perahu

Setelah sholat subuh, suami mendadak mengajak pergi. Saya diminta bersiap-siap tanpa diberi tahu tujuannya. Setelah setengah perjalanan, emm… baru saya sadar bahwa kami berkendara menelusuri wilayah Kab. Bandung Barat, yaitu Lembang. Sebenarnya saya mau diajak kemana ya?

Suhu yang sejuk dan dingin membuat perjalanan terasa sangat nyaman🙂

Ternyata… tempat yang kami tuju adalah Tangkuban Perahu, tempat yang belum pernah saya kunjungi. Suami sendiri pernah berkunjung kesini, tapi dulu sekali, ketika suami masih kecil bersama orang tua dan almarhum kakek.

Kami tiba kepagian, sekitar pukul 6.00 WIB., pintu gerbang untuk memasuki kawasan wisata Tangkuban Perahu masih ditutup.

Sambil menunggu kami memutuskan untuk sarapan di warung terdekat. Suhu disini sangat dingin, tangan dan kaki terasa beku.

Setelah sarapan, karena pintu gerbang sudah dibuka kami langsung menuju loket pintu masuk. Loket dibuka mulai pukul 06.30 WIB. Harga tiket per orang adalah Rp 13.000,- ditambah biaya masuk kendaraan yang dipakai, untuk motor dikenakan biaya Rp 5.000,-

Dari pintu masuk, untuk menuju puncak Tangkuban Perahu kami masih harus mendaki lagi sekitar 5-10 menit.

Tiba Di Puncak Tangkuban Perahu

Karena kami datang sangat pagi, suasana di puncak masih sepi sekali, para pedagang maupun warung baru beberapa yang  buka.

Kesan pertama tiba di Puncak Tangkuban Perahu adalah suhu yang semakin dingin, bau belerang yang makin menyengat dan udara yang sangat segar.

Untuk pemandangannya?? Tentu sangat indah dan menakjubkan!! Walaupun sedikit berdebar, karena kami begitu dekat dengan kawah yang berada di bawah. Kawasan Tangkuban Perahu hanya merupakan salah satu tanda untuk menunjukkan keberadaanNya.

Sebelum saya berbagi sedikit foto, saya akan memberikan tips bagi yang belum pernah berkunjung ke Tangkuban Perahu :

1. Sepertinya suami juga mengajak secara spontan, oleh karena itu kami juga tidak ada persiapan seperti kaos kaki, sarung tangan dan kupluk, akibatnya sepanjang perjalanan kami kedinginan, hi….. Tapi seperti kata suami, bahwa ini adalah suhu dingin di waktu subuh/pagi hari, seharusnya tidak membuat badan sakit, berbeda dengan suhu dingin di malam hari. Bisa jadi suami benar, karena saat ini kami baik-baik saja tidak flu atau lainnya.

2. Untuk waktu, disarankan mengikuti seperti yang kami lakukan. Berangkat sepagi mungkin, karena semakin siang lalu lintas dari Kota Bandung semakin ramai.

Takuban Perahu 1

Takuban Perahu 5Sungguh sangat indah pemandangan yang diciptakan oleh Sang Maha Kuasa …

Takuban Perahu 7  Takuban Perahu 4

Takuban Perahu 6
Menikmati bandrek yang hangat untuk mengurangi rasa dingin …

Takuban Perahu 3

This entry was posted in Travelling and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to Catatan Sejuknya Tangkuban Perahu

  1. osi says:

    Mba ira maaf OOT,itu minum bandreknya pake gelas dari bambu ya?

  2. Fahmi says:

    kemaren saya ke tangkuban perahu waktu libur lebaran, jadinya rameeee banget. kayaknya enak kalau lagi sepi ya.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s