Edelweiss dan Hutan Mati di Gn.Papandayan

Di awal pendakian, tiba-tiba saya merasa sangat kecil berhadapan dengan gunung yang begitu besar, ditambah dengan semburan uap panas berbau belerang yang menyembur dari ke segala arah.

Dan akan semakin “kagum” kepada yang menciptakan gunung-gunung ini, sang Maha Kuasa. Luar biasa !!!

***

Mengenai Gunung Papandayan, gunung berapi yang masih aktif ini menurut saya sangat indah. Bagi pendaki pemula seperti saya, topografi gunung ini sangatlah bervariasi, kami melewati jalur berbatu lengkap dengan kawah dan semburan uap panas belerang, juga ada hutan lebat, serta track yang mendaki dan menurun.

Dan yang unik adalah masih terdapat kawasan yang belum pulih dari dampak letusan sebelumnya. Kawasan ini masih penuh abu dan pohon-pohon mati yang terbakar.

IMG_4447

Perjalanan menuju kawasan puncak kurang lebih selama 4,5 jam dengan diselingi beberapakali istirahat.

Setelah melalui “Tanjakan Mamang”, tanjakan paling curam dan terjal, kami tiba di kawasan bernama Tegal Alun, kawasan puncak yang penuh dengan “Edelweiss” dan tentu saja kabut yang selalu menemani sejak separuh perjalanan kami.

IMG_4520

* * *

Untuk suhu, tentu saja semakin malam akan bertambah dingin dengan suhu rata-rata 10 derajat Celcius. Pada malam hari, bagi yang suka Astronomi, pasti akan senang karena pengalaman kami saat bermalam kemarin, langit malam sangat cerah, sangat  cocok untuk melakukan observasi langit.

37

***

Esok hari, saatnya kami pulang, kami mengambil jalur yang berbeda saat naik. Jalur ini memang lebih cepat, tapi penuh dengan batu, kerikil dan pasir. Hati-hati melangkah agar tidak terpeleset.

IMG_0112

***

Bagi pemula seperti saya dan istri, menurut saya Gunung Papandayan sangat direkomendasikan untuk pendaki pemula. Seperti pada umumnya Gunung, saya rasa medannya tetap berbahaya, namun karena sangat sering dilalui para pendaki, banyak hal-hal yang membantu saat perjalanan, misalnya terdapat tanda berupa tali rafia atau papan petunjuk agar para pendaki tidak tersesat.

IMG_4464

Sebagai penutup, saya ingin berbagi sedikit tips berdasarkan pengalaman mendaki pertama saya :

  1. Sebelum pendakian, istirahat dan sarapan yang cukup.
  2. Siapkan perlengkapan, perbekalan termasuk obat-obatan dengan baik.
  3. Harus didampingi dengan yang sudah berpengalaman. Terimakasih untuk Pak Javad dan Bu Javad serta Pak Rakmat yang telah mengajak dan mendampingi kami.
  4. Jangan lupa berdoa. Luruskan niat dan tetap “rendah hati” dan ingat selalu kepada Sang Maha Kuasa.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (‘Ali ‘Imraan: 190-191)

Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak? (An Naba’, 78: 6-7)

Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk. (An Nahl, 16:15)

***

Semoga dapat membantu, dan selamat hiking ….🙂

IMG_9915

This entry was posted in Sports, Travelling and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s