Aku mencintai-Mu, wahai …

“Tuhanku … atas perilaku buruk manusia ciptaan-Mu aku sampaikan pengaduanku. Tetapi, semuanya kutarik kembali.

Aku tidak mengerti.

Aku lupa.

Kau hadirkan semua keburukan mereka itu, supaya kapan saja aku mengalaminya, aku datang kepada-Mu. Pandanganku hanya untuk-Mu.

Terkadang aku lupa.

Sungguh, pada saat-saat ketika aku sendiri. Ketika tak seorang pun disampingku.

Maknanya bukanlah aku kesepian. Bukanlah aku tanpa kawan.

Maknanya adalah Kau kesampingkan semuanya … supaya aku berdua dengan-Mu saja.

Bukankah, dengan-Mu … kesepian hilang maknanya.

Dan tersisalah aku …

… apa jadinya aku tanpa-Mu.

Aku mencintai-Mu, wahai Tuhanku yang teramat baik padaku.”

***

oleh Dr. Mustafa Chamran, dikutip dari Buku “Perjalanan pulang (tanpa) kembali : catatan-catatan spiritual tentang hidup penuh berkah dan kematian” karangan Miftah Fauzi Rakhmat

This entry was posted in Buku, Soul, Tokoh and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Aku mencintai-Mu, wahai …

  1. yandri says:

    ini puisi sendiri atau interpretasi dari karya lain Mas?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s