Hadapi Telemarketing Asuransi Dengan Senyuman (Sebuah Saran)

Salah satu momen untuk melatih kesabaran, adalah disaat menerima telepon dari telemarketing, khususnya telemarketing asuransi.

Tentu saja, sebelum berlatih kesabaran, Anda harus memutuskan, apakah akan menerima panggilan telp dari nomor yang tidak dikenal tersebut atau akan diangkat dengan niat berlatih kesabaran.

Berlatih kesabaran disini, maksud saya, berlatih untuk menghormati telemarketing yang sudah menelpon Anda, dan mencoba berkomunikasi untuk menolak dengan sopan. Biasanya juga di awal pembicaraan kita akan didoakan agar sehat terus oleh telemarketing🙂

Sebelum menerima telp telemarketing, kita harus memahami bahwa petugas telemarketing tersebut hanya menjalankan tugasnya, mereka sudah diberikan  target tertentu oleh perusahaan mereka.

Menurut saya, mereka akan mendapatkan “poin” tersendiri untuk sekedar bisa berbincang sebentar dengan kita, meskipun akhirnya kita tidak akan pernah menerima penawaran mereka.

Ujian kesabaran akan semakin berat, disaat kita harus berbicara telemarketing yang juga “sabar” saat mencoba berbagai cara penjelasan kepada kita he he

Misalnya tadi pagi, saya sudah jelaskan bahwa saya telah memiliki beberapa bentuk perlindungan diri, dan saya termasuk konsumen yang tidak nyaman jika harus “deal” via telp saja tanpa melihat dokumen fisik. Namun petugas telemarketing mengatakan bahwa di zaman sekarang tidak akan cukup 3 sampai 4 polis, lalu kenapa tidak dicoba deal via telp, dan seterusnya.

Akhirnya saya coba jelaskan secara sopan lagi, bahwa ini bisa buat pelajaran Mbak juga, bahwa jika bertemu calon klien yang seperti saya lebih baik tidak perlu ditawari lagi karena memang tidak ada track record mau menerima deal asuransi via telp, dan saya ucapkan terimakasih karena sudah mau telp dan memberikan penawaran.

Alhamdulillah, Mbak-nya paham dan mau menyelesaikan pembicaraan.

***

Saya paham perusahaan asuransi juga perlu menjalankan roda bisnisnya, dan saya juga paham bahwa petugas telemarketing juga hanya menjalankan tugas mereka, untuk itu saya ingin memberikan beberapa saran untuk telemarketing asuransi, berdasarkan pengalaman saya, semoga bisa menjadi saran yang membangun :

  1. Terlepas darimana perusahaan asuransi bisa mendapatkan nomor saya, apakah tidak ada semacam analisa calon klien yang akan ditelp, seperti sudah berapa kali dia di telp ?, apakah pernah menerima penawaran asuransi via telp dan deal ? Dan lain-lain , jika ini dilakukan tentu akan lebih efisien dan efektif dalam melakukan telemarketing.
  2. Apakah ada data atau riset, berapa jumlah pemilik polis yang deal-nya terjadi via telepon, termasuk berapa yang akhirnya menikmati manfaat polis dimaksud. Menurut saya ini bisa dijadikan publikasi untuk edukasi bagi calon klien.
  3. Sepertinya perlu melakukan survey khusus tentang pengalaman masyarakat yang pernah ditelp petugas telemarketing, yang ditanya mengenai kenyamanan, apakah berminat menerima penawaran asuransi via telp, dll.

***

Demikian beberapa saran dari saya, semoga perusahaan asuransi dapat lebih efektif dan efisien dalam melakukan telemarketing, dan semakin barokah menjalankan roda bisnisnya.

This entry was posted in Umum and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Hadapi Telemarketing Asuransi Dengan Senyuman (Sebuah Saran)

  1. Pingback: 28 Hari,672 Jam – Pejuang 30 Hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s