Unyil dan Kisah Nasi Menangis

Film adalah salah satu sarana efektif untuk memberikan edukasi pada anak-anak. Adegan di film dapat membekas pada ingatan anak-anak hingga dewasa.

Misalnya kisah “nasi yang menangis” saat kita tidak menghabiskan makanan. Adegan ini mengajarkan anak-anak bahwa makanan merupakan rizki dari sang Pencipta, sungguh mubazir dan tidak bersyukur jika kita tidak menghabiskannya.

Adegan nasi menangis ini saya tonton di film Unyil yang disiarkan TVRI (Televisi Republik Indonesia). Saya tonton saat SD, dan saya masih ingat hingga saat ini.

Apakah ada yang pernah menonton adegan ini juga ?

Unyil

Gambar Unyil dkk, diambil dari jakarta.go.id

***

Saya tidak tahu, untuk saat ini apakah ada film anak-anak yang mendidik ? Bagaimana dengan Upin Upin ?

Jangan sampai anak-anak cenderung memilih film-film yang bahkan orang dewasa-pun harus berhati-hati dalam menontonnya.

This entry was posted in Film, Motivasi, Soul and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Unyil dan Kisah Nasi Menangis

  1. Pingback: 28 Hari,672 Jam – Pejuang 30 Hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s