Marah adalah seburuk-buruknya sahabatmu

Marah adalah seburuk-buruknya sahabatmu. Ia menampakkan aib, mendekatkan keburukan & menjauhkan kebaikan. (Imam Ali bin Abi Thalib)

***

Pesan diatas mengingatkan saya akan bahanya marah, sebuah kemarahan dengan emosi yang tidak terkendali.

Saya percaya bahwa kita harus terus belajar, bagaimana caranya marah tanpa menggunakan emosi, ada yang punya tips atau contonya mungkin ?

Atau memang sebenarnya kata “marah” itu kita hapus saja dari kamus kita ? Mungkin, kita ganti saja dengan kata “kebaikan”, bahkan sebuah kejahatan atau hal yang tidak mengenakan bagi kita, seharusnya tetap kita balas dengan kebaikan, dengan kelembutan. Bukankah Rasulullah SAW juga sangat sering mencontohkan hal tersebut.

Bagi saya, memang terkadang “sakit”, tapi percayalah setelahnya kita akan merasa senang, dan akan merasa “menang”, merasa menang karena dapat mengalahkan dan meredam emosi kemarahan kita.

Sebaliknya jika emosi kemarahan terlanjut keluar, maka hanya penyesalan yang akan muncul setelahnya.

This entry was posted in Motivasi, Soul and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s