Protes Setan di Hari Akhir Karena Sering Dikambinghitamkan Manusia

Ada satu fenomena buruk dan tidak sehat di masyarakat kita. Yaitu fenomena selalu menempatkan setan dalam posisi tertuduh dan terpojok. Dengan kata lain, sering kali terdengar seseorang yang ingin lari dari dosanya atau ingin menyelamatkan orang lain dari suatu kesalahan, ia dengan gampang dan enteng mengambinghitamkan setan.

Padahal menurut resep Al-Qur’an, dengan cukup membaca isti’adzah, setan pasti lari tunggang langgang.  Setan sendiri sangat jengkel dan marah keras terhadap orang-orang yang membebankan bobot dosa ke seluruh pundahnya (setan). Bukankah sebelumnya sudah ada kesepakatan antara setan dan manusia (pelaku dosa) bahwa akibat dosa akan mereka pikul bersama ? Bukankan setan menjanjikan janji palsu dan gombal, lalu manusia memilih janji palsu dan gombal, lalu manusia memilih janji palsu itu ketimbang janji Allah yang benar dan tepat ?

Bukankah setan hanya melayani orang-orang yang memang dengan setia menjadi sahabat dan pelanggannya serta menjadikannya pemimpinnya ? Hal ini diisyaratkan dalam firmanNya, Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah berlaku atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah (QS Al-Nahl Ayat 100)

Bukankah setan tidak pernah merampas ikhtiar (kemampuan untuk bertindak atas dasar kesadaran) dari manusia, namun ia hanya mengajak ke arah keburukan lalu manusia menaatinya dengan penuh kesadaran ?

Setan merasa sangat keberatan dengan sekelompok manusia yang selalu menuduhnya dan mengambinghitaamkannya atas dosa-dosa yang mereka perbuat. Hal ini terangkum dalam surat protes dari setan di hari kiamat dihadapan mahkamah Ilahi.

Ayat berikut ini membenarkan protes keras setan tersebut,

Berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: ” Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Alah) sejak dahulu.” (QS Ibrahim Ayat 22)

(*) Dikutip dari Tafsir Populer Al-Fatihah oleh Muhammad Alcaff, halaman 79 – 81

 

Advertisements
This entry was posted in Buku, Soul and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Protes Setan di Hari Akhir Karena Sering Dikambinghitamkan Manusia

  1. Pingback: Day 18 – 18 Desember | Site Title

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s