Freewriting mengenai Freewriting

Usai login, saya menerima notifikasi bahwa blog ini sudah memiliki 100 tulisan. Beberapa minggu terakhir memang saya berusaha membuat tulisan setiap hari.

100_post

Faktor yang membuat saya harus menulis setiap hari karena komitmen mengikuti program 30 DWC. Untuk menulis setiap hari, tantangan terbesar ada pada mencari ide atau tema.

Biasanya akan lebih mudah menulis sesuatu setelah melakukan travelling, menonton film atau membaca buku. Repotnya jika tidak sama sekali melakukan hal-hal diatas, padahal sudah mau deadline.

Untuk mengatasi hal tersebut, metode freewriting terbukti ampuh. Saya mengetahui istilah ini pertama kali dari Pak Hernowo yang telah banyak menulis buku dan memberikan pelatihan menulis.

Yang saya pahami dari metode freewriting adalah kita menulis apa yang ada dipikiran kita tanpa memikirkan benar atau salah, jangan mengkoreksi tulisan. Setelah  tulisan selesai, maka endapkan atau biarkan terlebih dahulu, di kesempatan lain mungkin esoknya dapat kita cek dan dikembangkan lagi.

Menurut Pak Hernowo, metode freewriting itu dapat melatih mengungkapkan apa yang ada dipikiran kita.

Penjelasan lebih lanjut mengenai freewriting akan coba saya tambahkan di tulisan ini juga. Sambil menerapkan metode freewriting … 🙂

Advertisements
This entry was posted in Buku, Motivasi and tagged , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Freewriting mengenai Freewriting

  1. Pingback: Day 25 – 25 Desember 2016 – Catatan Fighter

  2. Pingback: La Nostra Scrittura

  3. Pingback: Menulis itu Membaca dan Membaca itu Menulis | La Nostra Scrittura

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s