Sekiranya aku bisa mengendalikan kejap mataku …

Al-Mutanabbi berpuisi :” Sekiranya aku bisa mengendalikan kejap mataku, aku tidak akan membukanya, kecuali ketika melihatMu.”

Saya pribadi memaknai puisi diatas dengan dalam. Kita sering lupa bahwa mata kita ini tidak berhenti memandang sesuatu sejak bangun tidur, hingga tidur lagi.

Pertanyaanya, sudah kita gunakan untuk memandang apa saja mata kita dalam keseharian ?

Saya rasa, sulit memang untuk tetap berusaha menggunakan pandangan dengan selalu teringat kepadaNya, atau demi keridoanNya.

Kita hanya bisa berusaha, mohon ampun kepadaNya di setiap khilaf/perbuatan dosa.

***

Lebih luas lagi, kita baru berbicara mata ? Bagaimana dengan yang lainnya, pikiran, lidah, kaki, tangan dan sebagainya.

Saya berharap bahwa disetiap tindakan/perbuatan, dapat selalu “bermakna” dengan niat yang tulus serta bertujuan baik.

Apakah bisa ? Jawabannya tidak tahu, karena hanya Dia yang Maha Tahu apa “niat” sesungguhnya dari perbuatan/tingkah laku manusia.

Namun minimal disetiap langkah, dimulai dengan Bismillahirrahmanirrahim dan diakhiri dengan Alhamdulillahi Robbil `Alamin

***

Advertisements
This entry was posted in Soul and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Sekiranya aku bisa mengendalikan kejap mataku …

  1. Pingback: Day 29 – 29 Desember – Catatan Fighter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s