Feedback & PT KAI

Sebuah Catatan kecil perjalanan dengan kereta api kemarin …

Bagi yang sering berpergian menggunakan kereta api, dapat menyaksikan bahwa PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) terus melakukan perbaikan dan inovasi layanan. Stasiun-stasiun selalu berbenah, baik stasiun besar, hingga stasiun sederhana, semuanya semakin rapi.

img20170124052023
Gerbong KA Krakatau sedang dibersihkan di Stasiun Kediri

***
Sedangkan di Stasiun Jogja kami disambut papan informasi yang baru,
img20170202072410
Papan informasi yang mirip dengan di Bandara

Lalu toilet sepertinya baru direnovasi kembali. Lebih nyaman, terlihat lebih “modern” dan yang paling penting terjaga kebersihannya.

img20170202073505

Tidak hanya itu, ternyata tidak jauh dari pintu masuk diletakan tablet dan aplikasi untuk mengetahui tingkat kepuasan (feedback) konsumen.

img20170202073716

***

Ditaruhnya aplikasi feedback diatas merupakan salah satu bukti bahwa PT. KAI merupakan BUMN yang sangat memperhatikan pelanggan atau konsumen.

Feedback dari pelanggan/kustomer sangatlah berharga, ada yang mengatakan bahwa “feedback” adalah mata uang/currency yang valuenya tidak ternilai. Beberapa tokohJuga ada beberapa pendapat dari tokoh :

we all need people who will give us feedback. That’s how we improve – Bill Gates

feedback is the breakfast of championsKen Blanchard

Terimakasih PT.KAI yang sudah membantu kami, para  traveller yang juga musafir. Semoga PT. KAI semakin maju.

Posted in Travelling | Tagged , , | Leave a comment

Aku adalah Pusat Dunia ?

Kondisi ini seringkali tiba-tiba muncul. Di saat bekerja, di saat berolahraga, minum kopi dan aktifitas lainnya.

Kondisi dimana muncul perasaan bahwa kita adalah pusat dunia atau pusat semesta.

Apa yang kita lihat hanya berasal dari mata kita sendiri, yang menghasilkan cara pandang kehidupan dimulai dan hanya dari “sudut pandang” kita.

Seolah-olah kita adalah “pusat” kehidupan di dunia ini.

Sering kita lupa bahwa seseorang di sekitar kita memiliki “sudut pandang” tersendiri, dan mungkin atau kebanyakan mereka juga merasa bahwa mereka adalah “pusat” kehidupan di dunia.

Apakah Anda menyadari kondisi ini ? Atau sering mengalami situasi merasa sebagai “pusat dunia” ?

***

Sifat “kita adalah pusat semesta ini”, biasanya dapat membawa kita untuk cepat menilai seseorang.

Menurut Pak Khairul, Pak Agger dan Pak Dimitri dalam buku Sepia.

Statistik menunjukkan bahwa di antara berbagai masalah, ternyata yang benar-benar merupakan masalah hanya 7 %,  sisanya sebesar 93 % adalah masalah yang diciptakan oleh “kecerdasan” manusia itu sendiri.

Bagaimana pikiran kita menilai sesuatu itu tidak baik, sesuatu itu tidak seharusnya begini atau begitu, seringkali teramat subyektif, dan oleh karena itu tidak valid. Keterbatasan fikiran manusia, membuat banyak simpulannya bersifat relatif.

Beberapa hal yang layak kita pertimbangkan sebelum menilai perbuatan orang lain sebagai baik atau buruk misalnya adalah :

  1. Apakah kita mengetahui konteks perbuatan orang itu ?
  2. Apakah kita mengetahui masalah – masalah yang sedang dihadapi orang itu ?
  3. Apakah kita mengetahui apa yang sebenarnya diharapkan orang itu dari perbuatannya ?
  4. Apakah kita mengetahui sistem pemikiran orang itu secara menyeluruh.

Bila kita tidak mampu menjawab dengan yakin keempat pertanyaan tersebut, mungkin memberikan ruang bagi setiap individu lain untuk berbuat sesuai dengan keinginan, pikiran, konteks dan masalah mereka sendiri adalah salah satu tanda tingginya kecerdasan spiritual.

Kebiasaan untuk selalu secara sentralistik menilai kejadian dan perbuatan orang lain dengan ukuran – ukuran subyektif kita akan menyebabkan banyak hal yang sebenarnya bukanlah masalah menjadi masalah, seperti halnya hasil survey di atas, bahwa dari semua masalah yang ada, yang benar – benar merupakan masalah hanyalah 7 %.

Posted in Buku, Soul | Tagged , | Leave a comment

Hadiah di Awal Tahun 2017

Semalam, atau lebih tepatnya dini hari tadi saat memasuki tahun 2017, anak-anak tetangga datang ke rumah dan berbagi jagung bakar buatan mereka. Pemberian tidak terduga, yang membuat kami tersenyum.

Jagung bakar sepertinya sederhana, tapi bagi kami ini sangat istimewa, terlebih lagi kami memang menginginkannya di sore hari, dan memang sudah lama tidak makan jagung bakar.

Merupakan jagung bakar terenak yang pernah kami makan.

Terimakasih

whatsapp-image-2017-01-01-at-12-03-12

Posted in Soul | Tagged , | Leave a comment

Menulis itu Membaca dan Membaca itu Menulis

Saat kuliah dulu bersama teman-teman saya membuat buletin kampus bernama eezchamvoor (baca : es campur), dan sejak saat itu juga kegiatan menulis menjadi lebih sering, selain  tugas kuliah tentunya.

Untuk menulis konten buletin tersebut, kami berusaha menerapkan kaidah jurnalistik dasar seperti cover both side atau berimbang, kami berusaha membuat konten buletin semenarik mungkin seperti melakukan interview dosen favorit, mahasiswa berprestasi hingga observasi kehidupan kampus yang belum terekspos.

Saat itu kami tidak memikirkan keuntungan, malahan lebih sering tekor, namun banyak benefit yang kami peroleh dari aktifitas ini seperti buletin kami masuk menjadi salah satu kriteria penilaian akreditasi kampus saya, alhamdulillah dapat ikut berkontribusi untuk kampus.

Dapat melihat mahasiswa-mahasiswa yang sedang menunggu kelas sambil membaca buletin kami saja, hal tersebut sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami.

Benefit lainnya, berkat aktifitas mengelola buletin kampus, saya diterima sebagai karyawan di Radar Bogor, Jawa Pos Group yang membuat saya harus membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan.

***

Beberapa tahun kemudian saya harus berterimakasih kepada friendster, di medsos ini saya mulai aktif menulis secara online sampai akhirnya saya jatuh cinta pada platform wordpress hingga sekarang.

Dalam menulis saya hanya berusaha menerapkan menulis bebas atau freewriting, sedangkan untuk teknis-teknik menulis saya masih harus banyak belajar.

Satu hal yang saya percayai sejak dulu adalah bahwa menulis itu dapat “bermanfaat” untuk orang lain, jika “bermanfaat” semoga ada pahala bagi penulisnya. Hal inilah yang menjadi “bahan bakar” saya untuk terus menulis.

spoken words fly away, written words remain / verba volant, scripta manent

***

Di hari ke 30 dari  kegiatan menulis tanpa henti tiap hari selama 30 hari , saya semakin percaya bahwa amunisi utama untuk menulis adalah membaca. Kalau mengambil pernyataan pakar menulis Pak Hernowo, beliau mengatakan bahwa bagaimana bisa menulis buku best seller jika kita tidak pernah membaca buku best seller.

Jadi menulis adalah membaca, begitu juga sebaliknya bahwa membaca adalah menulis.

Ayo semangat, untuk terus membaca dan menulis, memberikan inspirasi, manfaat dan makna untuk para pembaca.

tulis saja, gitu saja kok repot he he he 🙂

Posted in Motivasi | Tagged , | 1 Comment

Sekiranya aku bisa mengendalikan kejap mataku …

Al-Mutanabbi berpuisi :” Sekiranya aku bisa mengendalikan kejap mataku, aku tidak akan membukanya, kecuali ketika melihatMu.”

Saya pribadi memaknai puisi diatas dengan dalam. Kita sering lupa bahwa mata kita ini tidak berhenti memandang sesuatu sejak bangun tidur, hingga tidur lagi.

Pertanyaanya, sudah kita gunakan untuk memandang apa saja mata kita dalam keseharian ?

Saya rasa, sulit memang untuk tetap berusaha menggunakan pandangan dengan selalu teringat kepadaNya, atau demi keridoanNya.

Kita hanya bisa berusaha, mohon ampun kepadaNya di setiap khilaf/perbuatan dosa.

***

Lebih luas lagi, kita baru berbicara mata ? Bagaimana dengan yang lainnya, pikiran, lidah, kaki, tangan dan sebagainya.

Saya berharap bahwa disetiap tindakan/perbuatan, dapat selalu “bermakna” dengan niat yang tulus serta bertujuan baik.

Apakah bisa ? Jawabannya tidak tahu, karena hanya Dia yang Maha Tahu apa “niat” sesungguhnya dari perbuatan/tingkah laku manusia.

Namun minimal disetiap langkah, dimulai dengan Bismillahirrahmanirrahim dan diakhiri dengan Alhamdulillahi Robbil `Alamin

***

Posted in Soul | Tagged , | 1 Comment

Melawan Hoax

Membaca editorial majalah Infokomputer terbaru dikatakan bahwa perilaku netizen sekarang cenderung langsung memercayai apa yang mereka lihat dan baca di media sosial, dan malah menyebarluaskannya, tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Hal ini adalah kebiasaan yang harus diperbaiki.

Menurut saya, verifikasi ini penting agar tidak terkena logical fallacies (kesalahan berpikir) yang salah satu jenisnya pernah saya tuliskan disini https://lanostrascrittura.wordpress.com/2016/12/22/perangkap-fallacy-of-dramatic-instance/

***

Hoax adalah kata yang berarti ketidak benaran suatu informasi, berita bohong, tidak bersumber.

Untungnya banyak yang tergerak untuk melawan informasi-informasi tidak benar (hoax) yang beredar, seperti yang dicontohkan Bu Dina Sulaeman saat mengumpulkan foto-foto hoax terkait Suriah (123 halaman PDF) yang bisa download di sini : https://dinasulaeman.files.wordpress.com/2016/05/kompilasi-hoax-tentang-suriah.pdf

Kita pun dapat melakukan hal yang sama dengan cara mudah, misalnya ingin mengecek asal-usul atau kebenaran suatu foto, kita tinggal mengupload foto yang ingin diteliti ke https://images.google.com/

google-image

***

Saya sendiri cenderung menghindari website atau medsos  dengan konten tidak bijak, beberapa cirinya :

  1. Informasi/website berisi nyinyiran, hinaan, dan sejenisnya. Perlu diingat, tidak setuju atau memberikan kritik sangat diperbolehkan, namun tentu saja kritik dengan hinaan adalah sesuatu yang berbeda.
  2. Lebih detail lagi dari bahasa atau cara komunikasi yang digunakan cenderung sejak awal menggunakan kata-kata kasar, berupa hinaan kepada subjek dan sejenisnya.

Menurut saya, lebih baik hindari website/informasi yang terdapat 2 poin diatas.

Mari kita bersama belajar santun dalam berkomunikasi di dunia maya …

Posted in Tips | Tagged , | 1 Comment

Rindu Rasul

Rindu kami padamu ya rasul
Rindu tiada terpera
Berabad jarak darimu ya rasul
Serasa dikau di sini

Cinta ikhlasmu pada manusia
Bagai cahaya suarga
Dapatkah kami membalas cintamu
Secara bersahaja

Rindu kami padamu ya rasul
Rindu tiada terpera
Berabad jarak darimu ya rasul
Serasa dikau di sini

Cinta ikhlasmu pada manusia
Bagai cahaya suarga
Dapatkah kami membalas cintamu
Secara bersahaja

Rindu kami padamu ya rasul
Rindu tiada terpera
Berabad jarak darimu ya rasul
Serasa dikau di sini

***

***

http://www.republika.co.id/berita/senggang/musik/15/01/03/nhlejf-penyair-taufiq-ismail-dan-kekuatan-rindu-rasul

###

2017 harus semakin ‘Rindu Rasul’

Posted in Soul | Tagged , , , | 1 Comment