Museum Dirgantara : Menyaksikan Kehandalan TNI AU dari Masa ke Masa

Belum masuk ke dalam gedung museum saja sudah kagum, karena baru di halaman luar gedung saja sudah tampak pesawat-pesawat yang dapat kita kunjungi, misalnya :


Koleksi museum terbaru, pesawat tempur F-5-E/F Tiger II yang purna tugas setelah mengudara selama 35 tahun. Artikel terkait >>>


Tupolev TU-16 B KS buatan Uni Soviet ini pernah memperkuat armada TNI AU dan digunakan untuk mempersiapkan diri dalam Operasi Trikora tahun 1962 untuk merebut kembali Irian Barat dari Belanda.

Di luar gedung, selain 2 pesawat diatas masih banyak armada udara yang dipajang seperti OV-10 Bronco, NAS 332 Super Puma, A-4 Skyhawk, UF 1 Albatro dll.

….

Setelah puas di luar, Anda bisa segera masuk ke dalam museum.  Di dalam museum, selain pesawat juga terdapat koleksi lain yang menarik seperti pakaian pilot dari masa ke masa, foto foto bersejarah, juga diorama, lalu perlengkapan pendukung seperti kamera, alat komunikasi, senjata, alutista dan lain lain.


Ponakan tampak asyik duduk di anti-aircraft gun


Masuk kedalam Cockpit Douglas DC-3. Di museum ini ada beberapa pesawat dan helikopter yang dapat dimasuki pengunjung.

Foto-foto lainnya bisa dilihat disini >>>

***

Menurut kami museum ini sangat bagus, bagi yang ke Yogyakarta sempatkanlah untuk berkunjung. Dengan harga tiket terjangkau, kita dapat melihat kehandalan TNI AU dari masa ke masa.

Untuk tiket masuk adalah Rp. 3000,- per orang, lalu plus Rp.1000,- per orang bagi yang membawa alat foto, dibayarkan di pintu masuk gedung museum.

Sedangkan untuk parkir kendaraan roda empat, kemarin kami dikenakan Rp.10.000,-.

Semoga bermanfaat, dan selamat terbang 🙂

Advertisements
Posted in Travelling | Tagged , , | Leave a comment

Under Sadet

Ranjau anti tank dibawah adalah salah satu jenis ranjau yang digunakan Jerman dalam Perang Dunia II. Untuk mendapatkan fungsi maksimal, ranjau ini harus ditanam di kedalaman 20 cm.

Saat pada akhirnya Jerman menyerah dalam  PD II , masih banyak sekali sisa ranjau yang telah ditanam oleh Jerman di wilayah yang dikuasainya, termasuk di Denmark.

Film Land of Mines atau Under Sadet produksi Denmark, mengisahkan 1 kelompok remaja tawanan perang Jerman yang harus menonaktifkan 45.000 ranjau di suatu titik pantai di Denmark, dibawah pengawasan Sersan Denmark, Sgt. Carl Rasmussen.

Sgt. Carl Rasmussen digambarkan sebagai sosok pemarah yang masih dendam terhadap Jerman, kepada para remaja Jerman penjinak ranjau ini pun ia tidak peduli jika mereka mati terkena ledakan ranjau atau kelaparan karena tidak ada makanan.

Pada akhirnya sikap Sgt. Carl Rasmussen yang keras ini berubah. Film yang menarik ditonton juga menegangkan menyaksikan proses menjinakkan bom dan usaha keras para remaja Jerman ini untuk dapat kembali pulang ke negaranya.

Image Source : buzzle.com dan imdb.com

Posted in Film | Tagged , , | Leave a comment

Rumah

Seperti inilah luar biasanya hidup. Rumah, orang menyayangi satu sama lain. Tempat yang aman. Kau harus berhenti sejenak dan merasakannya. – Charles Francis Xavier (Professor X) –

Posted in Umum | Tagged , , | Leave a comment

Pare in Love

Banyak yang bertanya kepada kami (saya & istri) , kenapa lebih memilih travelling ke Pare dibandingkan ke kota-kota wisata lainnya.

Tulisan ini akan menjawab pertanyaan diatas 🙂

Kami ingin berbagi pengalaman berlibur sambil belajar yang menyenangkan di Pare. Kota ini memang lebih dikenal dengan Kampung Inggris-nya, dimana terdapat banyak sekali lembaga Bahasa Inggris, dan bahasa lain seperti Bahasa Arab, Mandarin, Perancis serta bahasa asing lainnya.

pare

Kota Pare diapit beberapa gunung, diantaranya Gn Kelud dan Gn Kawi. Tak heran sejak di Stasiun Kediri, mudah ditemui para pendaki gunung yang baru naik atau turun gunung.

Untuk tempat tinggal, cukup sulit mencari tempat tinggal untuk pasangan suami istri di Pare, karena mayoritas hanya untuk laki-laki saja, atau perempuan saja. Namun, setelah berkeliling, kami beruntung dapat menyewa kamar yang tidak jauh dari tempat kami belajar. Sebenarnya, tempat kost ini khusus putri, namun si pemilik kost memperbolehkan kami menyewa karena kami dapat menunjukan surat nikah kami. Letak kamar yang kami sewa, terpisah dari kamar-kamar atau tempat aktifitas penghuni lainnya, jadi tidak mengganggu.

Untuk tempat belajarnya, kami memilih Brilliant, pertimbangannya mereka memiliki kelas singkat selama 5 hari dan memiliki native speaker.  Sejak subuh, tepatnya usai sholat subuh , diadakan Study Club di camp masing-masing, lalu dilanjutkan beberapa kelas hingga malam, jadi totalnya per hari ada 6 sesi belajar.

Jadwal per hari yang padat namun menyenangkan. Sayangnya kami hanya dapat mengambil 5 hari saja,  idealnya ingin mengambil 1 bulan sampai 3 bulan, namun apa daya, tidak mungkin mengambil cuti kerja selama itu he he …

img20170131090803

img20170128133341

img20170131160426

***

Tempat Wisata, Transportasi dan Kuliner Pare

Pada hari Sabtu dan Minggu, pada umumnya tidak ada kelas. Kami memanfaatkannya dengan keliling Pare dengan menggunakan sepeda, Kota Pare adalah kota sepeda yang akan saya ceritakan nanti.

Menurut kami, objek wisata yang harus dikunjungi adalah Gua Surowono yang dapat ditempuh dengan sepeda sekitar 7 km. Sebelum berkunjung kesana, jangan lupa bawa baju ganti karena dijamin pasti basah kuyup.

Gua Surowono menawarkan petualangan menelusuri gua yang tidak besar, namun masih cukup dilalui manusia. Terdapat 3 gua yang saling terhubung, dengan ketinggian air sepaha, hingga nanti akhirnya kita harus jongkok sehingga air mencapai sedada.

Untuk kuliner di Pare relatif murah, jangan lewatkan mencoba nasi pecel tumpang yang enak sekali, letaknya tepat di Rumah Sakit HVA Toeloengredjo.

img20170128065827

Juga yang wajib dikunjungi Warung Ketan Susu legendaris di Jl. Pancawarna

img20170129072802

Untuk transportasi harian, jangan ragu untuk menyewa sepeda sesuai kebutuhan, per hari, perminggu hingga per bulan. Untuk biaya sewanya sangat terjangkau dan semua jenis sepeda ada dari sepeda onthel , keranjang hingga sepeda gunung.

Dan jangan kuatir kehilangan sepeda, Pare adalah Kota Sepeda, kita dapat melihat sepeda dan banyak parkiran sepeda. Sepeda cukup diletakan begitu saja diluar tempat tinggal, insyallah tidak akan hilang.

img20170128074621

img20170128151734

***

Bagi kami walau hanya 5 hari di Pare, kami banyak mendapatkan pengalaman dan ilmu baru. Liburan dan belajar dapat sekaligus.

Sebenarnya ingin lebih lama di Pare, misal 1 bulan, tapi bagaimana izin ke kantornya he he … 🙂

Sebagai penutup, kami sertakan beberapa info dan tips sebelum berkunjung ke Pare, semoga bermanfaat :

  • Cuaca di Pare tidak bisa diduga, cuaca yang awalnya cerah serta panas dalam beberapa menit saja dapat berganti hujan lebat.
  • Pastikan memilih fokus kebutuhan Anda , misal General English, Speaking, Writing, TOEFL, IELTS dan sebagainya.
  • Setiap lembaga kursus memiliki kelebihan masing-masing, ada yang unggul di speaking, ada yang unggul di grammar dan lain-lain. Coba browsing dulu untuk mengetahui profil lembaga kursus di Pare.
  • Sebagian besar periode kursus dimulai tanggal 10 dan 25 tiap bulannya.
  • Untuk referensi ,kami sertakan beberapa nomor yang mungkin berguna berdasarkan pengalaman kami :
    • Telp antar jemput Stasiun Kediri ke Pare: Angkot Giso 081556654713 dan 082331598372 serta dengan Carry Pak Joko : 085204100754, 085736008753
    • No. Kost Flamboyan yang kami tempati : 081808165108, 085853336227

* Terimakasih untuk teman-teman sekelas dan tutor-tutor baik yang telah mengajar kami, Mr. Christopher, Mas Agung, Mbak Lia, Mas Rifa dan Mas Yoga. Mas Andre, Mas Reef, Mbak Devi dan Mbak Nadia.

Quote | Posted on by | Tagged , , , , | 3 Comments

Feedback & PT KAI

Sebuah Catatan kecil perjalanan dengan kereta api kemarin …

Bagi yang sering berpergian menggunakan kereta api, dapat menyaksikan bahwa PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) terus melakukan perbaikan dan inovasi layanan. Stasiun-stasiun selalu berbenah, baik stasiun besar, hingga stasiun sederhana, semuanya semakin rapi.

img20170124052023
Gerbong KA Krakatau sedang dibersihkan di Stasiun Kediri

***
Sedangkan di Stasiun Jogja kami disambut papan informasi yang baru,
img20170202072410
Papan informasi yang mirip dengan di Bandara

Lalu toilet sepertinya baru direnovasi kembali. Lebih nyaman, terlihat lebih “modern” dan yang paling penting terjaga kebersihannya.

img20170202073505

Tidak hanya itu, ternyata tidak jauh dari pintu masuk diletakan tablet dan aplikasi untuk mengetahui tingkat kepuasan (feedback) konsumen.

img20170202073716

***

Ditaruhnya aplikasi feedback diatas merupakan salah satu bukti bahwa PT. KAI merupakan BUMN yang sangat memperhatikan pelanggan atau konsumen.

Feedback dari pelanggan/kustomer sangatlah berharga, ada yang mengatakan bahwa “feedback” adalah mata uang/currency yang valuenya tidak ternilai. Beberapa tokohJuga ada beberapa pendapat dari tokoh :

we all need people who will give us feedback. That’s how we improve – Bill Gates

feedback is the breakfast of championsKen Blanchard

Terimakasih PT.KAI yang sudah membantu kami, para  traveller yang juga musafir. Semoga PT. KAI semakin maju.

Posted in Travelling | Tagged , , | Leave a comment

Aku adalah Pusat Dunia ?

Kondisi ini seringkali tiba-tiba muncul. Di saat bekerja, di saat berolahraga, minum kopi dan aktifitas lainnya.

Kondisi dimana muncul perasaan bahwa kita adalah pusat dunia atau pusat semesta.

Apa yang kita lihat hanya berasal dari mata kita sendiri, yang menghasilkan cara pandang kehidupan dimulai dan hanya dari “sudut pandang” kita.

Seolah-olah kita adalah “pusat” kehidupan di dunia ini.

Sering kita lupa bahwa seseorang di sekitar kita memiliki “sudut pandang” tersendiri, dan mungkin atau kebanyakan mereka juga merasa bahwa mereka adalah “pusat” kehidupan di dunia.

Apakah Anda menyadari kondisi ini ? Atau sering mengalami situasi merasa sebagai “pusat dunia” ?

***

Sifat “kita adalah pusat semesta ini”, biasanya dapat membawa kita untuk cepat menilai seseorang.

Menurut Pak Khairul, Pak Agger dan Pak Dimitri dalam buku Sepia.

Statistik menunjukkan bahwa di antara berbagai masalah, ternyata yang benar-benar merupakan masalah hanya 7 %,  sisanya sebesar 93 % adalah masalah yang diciptakan oleh “kecerdasan” manusia itu sendiri.

Bagaimana pikiran kita menilai sesuatu itu tidak baik, sesuatu itu tidak seharusnya begini atau begitu, seringkali teramat subyektif, dan oleh karena itu tidak valid. Keterbatasan fikiran manusia, membuat banyak simpulannya bersifat relatif.

Beberapa hal yang layak kita pertimbangkan sebelum menilai perbuatan orang lain sebagai baik atau buruk misalnya adalah :

  1. Apakah kita mengetahui konteks perbuatan orang itu ?
  2. Apakah kita mengetahui masalah – masalah yang sedang dihadapi orang itu ?
  3. Apakah kita mengetahui apa yang sebenarnya diharapkan orang itu dari perbuatannya ?
  4. Apakah kita mengetahui sistem pemikiran orang itu secara menyeluruh.

Bila kita tidak mampu menjawab dengan yakin keempat pertanyaan tersebut, mungkin memberikan ruang bagi setiap individu lain untuk berbuat sesuai dengan keinginan, pikiran, konteks dan masalah mereka sendiri adalah salah satu tanda tingginya kecerdasan spiritual.

Kebiasaan untuk selalu secara sentralistik menilai kejadian dan perbuatan orang lain dengan ukuran – ukuran subyektif kita akan menyebabkan banyak hal yang sebenarnya bukanlah masalah menjadi masalah, seperti halnya hasil survey di atas, bahwa dari semua masalah yang ada, yang benar – benar merupakan masalah hanyalah 7 %.

Posted in Buku, Soul | Tagged , | Leave a comment

Hadiah di Awal Tahun 2017

Semalam, atau lebih tepatnya dini hari tadi saat memasuki tahun 2017, anak-anak tetangga datang ke rumah dan berbagi jagung bakar buatan mereka. Pemberian tidak terduga, yang membuat kami tersenyum.

Jagung bakar sepertinya sederhana, tapi bagi kami ini sangat istimewa, terlebih lagi kami memang menginginkannya di sore hari, dan memang sudah lama tidak makan jagung bakar.

Merupakan jagung bakar terenak yang pernah kami makan.

Terimakasih

whatsapp-image-2017-01-01-at-12-03-12

Posted in Soul | Tagged , | Leave a comment